Jumat, 18 Januari 2013

Pola - pola Perancangan


Pola - Pola Perancangan
1. Pendahuluan
Adapter pattern adalah salah satu pattern yang termasuk ke dalam structural pattern. Adapter pattern berfungsi untuk menggunakan kembali method yang sudah digunakan pada kelas sebelumnya; terhadap kelas baru yang akan kita buat. Dalam Adapter Pattern terdapat empat kelas: kelas adaptee, kelas adapter, kelas client, kelas target.
Contoh Design Umum

dibawah ini terdapat laporan dan source code untuk pembahan tentang adapter pattern yang kami pakai
Untuk lebih lanjut kalian bisa download dibawah ini :




Artistik License

ARTISTIK LICENSE

Contoh lain dari lisensi artistik adalah cara di mana gambar bergaya dari suatu obyek (misalnya dalam lukisan atau film animasi) berbeda dari rekan-rekan mereka yang sebenarnya kehidupan, namun masih dimaksudkan untuk ditafsirkan oleh penonton saat mewakili hal yang sama. Ini dapat berarti penghilangan detail, atau penyederhanaan bentuk dan nuansa warna, bahkan ke titik bahwa gambar tidak lebih dari pictogram. Hal ini juga dapat berarti penambahan yang tidak ada rincian, atau berlebihan bentuk dan warna, seperti dalam seni fantasi atau karikatur.
Stilisasi tertentu telah menjadi konvensi tetap dalam seni, sebuah perjanjian antara seniman dan penonton yang dipahami dan undebated. Contoh yang mencolok adalah bagaimana dalam gambar kartun yang sederhana bagian putih monokromatik pada permukaan berwarna gelap segera diakui oleh sebagian besar pemirsa untuk mewakili pantulan cahaya pada permukaan halus atau basah.

Singkatnya, lisensi artistik adalah:
  • Sepenuhnya pada kebijaksanaan artis
  • Dimaksudkan untuk ditoleransi oleh penampil (cf. "bersedia suspensi tidak percaya ") 
  • Berguna untuk mengisi kesenjangan, apakah mereka bersifat faktual, komposisi, sejarah atau kesenjangan lain.
  • Digunakan secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja atau bersama-sama.
Lisensi artistik sering disebut sebagai lisensi dramatis ketika melibatkan glamorization dunia nyata pekerjaan demi televisi yang menarik atau pengalaman sinematik. Sebagai contoh, CSI : Crime Scene  dan polisi prosedural program biasanya menghilangkan sepenuhnya lebih duniawi aspek pendudukan seperti dokumen, laporan, tugas-tugas administratif dan lainnya harian "berorientasi bisnis" aspek yang pada kenyataannya sering merupakan mayoritas pekerjaan polisi. 


Minggu, 04 November 2012

Card Sorting & Laddering

CARD SORTING DAN LADDERING

Card Sorting adalah metodologi kegunaan yang telah digunakan oleh arsitek informasi selama bertahun-tahun untuk mengatur desain web dan konten web yang lebih efektif. Ini melibatkan menempatkan konten, kelompok, kata kunci, dan sejenisnya.

Mengapa menggunakan teknik card sorting????

Pengguna mungkin tidak setuju dengan desainer tentang cara isi dan elemen desain harus diatur. Informasi dapat diatur dalam berbagai cara. Card sorting memungkinkan para peneliti untuk mengeluarkan setiap pola dalam cara orang mengatur informasi.

Card sorting adalah metode gratis atau murah yang dapat digunakan untuk membantu menentukan tata letak situs yang optimal, struktur navigasi, kata-kata dari salinan website, bagaimana mengatur blok teks, dan banyak lagi.

Jika pengguna cenderung mengharapkan kata-kata tertentu, urutan tertentu dari inforamsi atau apa pun pengguna yang ada hubungannya dengan konten sebuah website, perancang dapat menganggap bahwa tren dan leverage.

Desainer menggunakan card sorting sebagai bagian dari pengujian kegunaan harus memperhatikan tren yang dapat bermanfaat. dan jika tren tampak berbeda dengan cara tertentu, desainer dapat menganalisis mengapa. Desain web kemudian dapat dibuat dengan data ini dalam pikiran untuk kegunaan dan tingkat konversi terbaik.

Card sorting dapat memiliki dampak yang mendalan di kedua struktur keseluruhan dari website atau komponen tertentu dari organisasi desain itu.

Laddering adalah suatu metodologi untuk membangun hubungan antara atribut produk/layanan dan nilai-nilai konsumen dan pendekatan aspirations. Ini akan membantu mengidentifikasi atribut produk yang akan menghasilkan yang diinginkan konsumen. Orang-oorang memiliki nilai-nilai tertentu dan memilih antara tindakan alternatif. Pelajaran ini mengajarkan saya bahwa tidak semua peristiwa yang terjadi dalam hidup kita harus mempengaruhi nilai-nilai kita dimasa depan, dan cara anda memandang diri anda tidak mungkin menjadi cara orang lain memandang anda.

Eye OS

Eye OS

eyeOS adalah sebuah sistem operasi desktop open source yang berbasis wes, dimana Anda dapat mengakses sistem operasi tersebut melalui jaringan seperti LAN atau internet dari web browser seperti Firefox, Chrome dan lain sebagainya. Meskipun orientasi penyebarannya melalui web, dalam banyak hal, eyeOS merupakan sistem operasi desktop yang memiliki fitur yang cukup lengkap. Berbagai aplikasi seperti kalender, RSS Reader, email client, word processor, spreadsheet, manajer kontak sudah menjadi apliaksi default yang terpasang dalam sistemnya. Ini adalah sistem dengan konsep cloud computing yang bertujuan untuk memungkinkan kolaborasi dan komunikasi di antara pengguna, atau bisa juga sebagai perlindungan pribadi Anda ketika Anda terjebak menggunakan komputer orang lain.

Kebanyakan orang pasti akan bertanya-tanya tentang kinerja dari eyeOa tersebut, Saat penulis mencoba menjalankan sebuah apliaksi di eyeOS, kecepatan eksekusi agak sedikit lambat dibandingkan dengan sistem operasi desktop yang dijalankan lewat media storage, ini adalah hal biasa dikarenankan interface eyeOS berbasis browser. Namun, meskipun ada beberapa kompromi, penulis tinggalkan dengan kesan bahwa eyeOS jauh dari sekedar bukti demonstrasi konsep, ini adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk pekerjaann yang serius. Secara garis besar eyeOS merupakan terobosan hebat dalam dunia sistem operasi desktop, karena memberi warna yang unik dengan menghadirkan konsep cloud computing.

Untuk menginstalasikan eyeOS, pertama Andan paerlu menyiapkan lingkungan web server yang terdiri dari Apache, PHP dan beberapa elemen lainnya.

Tulisan diatas merupakan sekilas yang saya ketahui tetang eyeOS, dan bila ada kekurangan saya mohon maaf, tulisan ini dikutip dari :

Linux Fedora

LINUX FEDORA

Fedora (sebelumnya bernama Fedora Core, kadang-kadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas program serta disponsori oleh RedHat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logi RedHat.

Salah satu visi utama Fedora tidak hanya mengandung software dibawah license software opensource dan gratis, tetapi juga menjadi teknologi yang mutakhir.

Nama Fedora berasal dari Fedora Linux, proyek sukarela yang dikembangkan perangkat lunak tambahan untuk distro RedHat Linux, dan dari karakteristik fedoora yang mengembangkan perangkat lunak tambahan ("Shadowman"). Fedora Linux akhirnya diserap ke dalam Fedora Project. Fedora adalah merek dagang dari RedHat, walaupun hal ini pernah disengketakan oleh para pencipta repositori perangkat lunak Fedora, namun masalahnya telah diselesaikan.

Fitur Keamanan

Keamanan adalah salah satu fitur penting di fedora. Salah satu fitur yang terdapat pada Fedora adalah Security-Enchance Linux, fitur Linux yang mengimplementasikan kebijaksanaan keamanan linux, termasuk pengawasan akses perintah, melalui Modul keamanan Linux kernel. Fedora adalah salah satu  dari distribusi yang memimpin sengan SELinux. SELinux diperkenalkan pada Fedora Core 2. Tetapi ini dinonaktifkan, karena mengubah secara radikal bagaimana sistem operasi bekerja, tetapi diaktifkan lagi pada Fedora Core 3 dan diperkenalkan dengan sedikit tepat.


Jumat, 07 September 2012

Teknologi Open Source

Mengapa teknologi open source tidak berkembang pesat di Indonesia??
Mungkin saat ini membahas masalah teknologi open source yang tidak berkembang di Indonesia bisa di bilang "agak basi" tetapi karena saat ini banyak sekali orang yang membajak software berbayar maka para pemakai software bajakan itulah yang terkena imbas dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab, nah untuk saat ini saya uraikan alasan mengapa teknologi open source tidak berkembang pesat di Indonesia:

1. Terlalu "familiarnya" orang Indonesia terhadap Windows yang memang "mungkin" lebih mudah digunakan oleh orang-orang.
2. Orang Indonesia masih "gagap" akan teknologi Open Sorce yang termasuk sofware gratis.
3.  Windows masih lebih mudah digunakan oleh orang Indonesia.
4. Untuk mengupdate/memperbaharui sofware dari open source harus terkoneksi dengan internet, sedangkan internet di Indonesia tarifnya masih "lumayan mahal".

Sedangkan untuk kekurangan dari teknologi Open Source adalah:

1. Support Berbayar dan Langka

Satu keyakinan bahwa software tidak akan ada masalah adalah keliru, dan ini adalah sebuah bencana jika kita sudah memakai program opensource untuk semua infrastruktur yang besar, dan ketika itu menemukan hole atau bug yang tidak ada yang paham. Maka langkah yang mungkin ditempuh adalah : searching problem solving di forum-forum, tanya sana sini. Jika tidak ketemu juga, kita bisa-bisa harus menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk mendatangkan jasa konsultan dari pakar opensource tersebut.
Karen sebenernya opensource adalah sebuah modem bisnis yang berbeda dari software berbayar di awal dan dibatasi sebuah aturan lisensi.
Mungkin untuk skala kecil, anda tidak akan merasakan impack yang diakibatkan. Namun jika sudah melibatkan sistem yang sudah ada, data-data penting, kadang-kadang manajemen biasanya tidak akan ambil pusing, mending mencari yang berbayar sedikit mahal diawal, tetapi ada jaminan support dan problem solving yang akuntabel dari vendor. Dari pada mengorbankan data-data dan infrastruktur yang sudah terinstall hanya karena berorientasi penghematan dana di awal.

2. Versi Betha, Stabil dan unstabil.

Open source sangat erat kaitannya dengan versi dan kestabilan kualitas softwarenya, ini merupakan celah besar yang ditinggalkan baik disengaja atau tidak disengaja. Kepastian stabil dan tidak stabil kadang menjadi keraguan pilihan para petinggi IT untuk memilih software opensource.
Bayangkan saja, versi software yang terinstall di server anda statusnya masih unstable, bisa dibayangkan bisa terjadi apa-apa. Dan patch-nya harus menunggu orang yang sukarela membetulkan masalah yang terjadi itu.

3. Kerja Komunitas bukan profesional.

Beberapa software dikembangkan oleh sebuah komunitas yang mempunya tujuan khusus, jaminan dan kepercayaan kualitas produk hasil perlu dicompare dengan produk komersil yang jauh lebih mumpuni dari segala sisi.

Mungkin pada tulisan saya ini banyak dijumpai pada blog-blog lain, tetapi saya tidak bermaksud untuk menjiplak tulisan dari blog-blog lain dan saya harap tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk orang banyak.

Wassalamu'alaikum Wr, Wb

Selasa, 24 Januari 2012

Selection Short

SELECTION SHORT



 Dibawah Ini Source Code Dari Selection Short :
----------------------------------------------------------------------------------------
Source Code

 package sorting;
import java.util.Scanner;            //import untuk Kelas Scanner
import java.util.List;               //import untuk Kelas List
import java.util.ArrayList;          //import untuk Kelas ArrayList
/**
 *
 * @author latahzan 
 */
public class selectionSort {

    public static void main(String[] args)
    {
        //deklarasi objek Scanner dengan nama 'input'
        Scanner input = new Scanner(System.in);

        //deklarasi ArrayList dengan nama 'Data'
        List Data = new ArrayList();

        System.out.println("Pada data[inputan], Masukkan Bilangan Acak!!");
        //input dari user untuk menambah ArrayList
        for(int i = 0; i < 8; i++){
            System.out.print("data[" + i + "] : ");
            Data.add(input.nextInt());
        }
        System.out.println("\n======================================");

        System.out.println("Sebelum penyortiran :");
        //tampilkan data sebelum penyortiran
        for(int i : Data){
            System.out.print(i + "  ");
        }
        /*bentuk for di atas sama dengan bentuk for ini
        for(int i = 0; i < Data.size(); i++){
            System.out.print(Data.get(i) + "  ");
        }
        */

        //proses 'selection sort'
        for (int i = 0; i < Data.size() - 1; i++) {
            int minIndex = i;
            for (int j = i+1; j < Data.size(); j++) {
                if (Data.get(minIndex) > Data.get(j)) {
                    minIndex = j;
                }
            }
            if (minIndex != i) {
                int temp = Data.get(i);
                Data.set(i, Data.get(minIndex));
                Data.set(minIndex, temp);
            }
        }
        System.out.println("\n");

        System.out.println("Setelah penyortiran :");
        //tampilkan data setelah penyortiran
        for(int i : Data){
            System.out.print(i + "  ");
        }

        System.out.println("\n======================================");
    }
}

----------------------------------------------------------------------------------------

Hasilnya Seperti Dibawah Ini :